Jasa Mediasi Kepada Pihak Bank

Mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia No. 8/5/PBI/2006 sebagaimana telah diubah oleh Peraturan Bank Indonesia No. 10/1/PBI/2008 dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 8/14/DPNP tentang Mediasi Perbankan serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 2/SEOJK.07/2014 tentang Pelayanan Dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen Pada Pelaku Usaha Jasa Keuangan, dengan ini diinformasikan Prosedur Pengajuan Penyelesaian Sengketa Oleh Nasabah Melalui Mediasi Perbankan, sebagai berikut:

Pengertian Mediasi Perbankan

Mediasi Perbankan adalah proses penyelesaian sengketa yang yang melibatkan mediator untuk membantu para pihak yang bersengketa guna mencapai penyelesaian dalam bentuk kesepakatan sukarela terhadap sebagian ataupun seluruh permasalahan yang disengketakan. Dalam hal ini fungsi Mediasi Perbankan dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan atau Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa yang dimuat dalam Daftar Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Fungsi Mediasi Perbankan

Fungsi Mediasi Perbankan terbatas pada upaya membantu nasabah dan Bank untuk mengkaji ulang sengketa secara mendasar dalam rangka memperoleh kesepakatan antara nasabah dan Bank.

Penjelasan Detailnya

Pada prakteknya, penyelesaian pengaduan nasabah oleh bank tidak selalu dapat memuaskan nasabah dan berpotensi menimbulkan sengketa di bidang perbankan antara nasabah dengan bank. Akibat yang timbul dari penyelesaian sengketa di bidang perbankan yang berlarut-larut dapat merugikan nasabah dan meningkatkan risiko turunnya reputasi bank tersebut. Untuk itulah diperlukan penyelesaian sengketa di bidang perbankan antara nasabah dengan bank yang dapat dilakukan secara sederhana, murah, dan cepat melalui cara mediasi. Lalu apakah yang dimaksud dengan mediasi perbankan?

Jika kita merujuk pada ketentuan Peraturan Bank Indonesia Nomor: 8/5/PBI/2006 Tentang Mediasi Perbankan dalam Pasal 1 Ayat 5 menjelaskan bahwa Mediasi adalah proses penyelesaian Sengketa yang melibatkan mediator untuk membantu para pihak yang bersengketa guna mencapai penyelesaian dalam bentuk kesepakatan sukarela terhadap sebagian ataupun seluruh permasalahan yang disengketakan.

Jika mengacu pada ketentuan diatas, agar nasabah dapat dikatakan memerlukan mediasi, jika benar-benar terdapat sengketa yang dipermasalahkan. Mengacu pada ketentuan Peraturan Bank Indonesia Nomor: 8/5/PBI/2006 Tentang Mediasi Perbankan dalam Pasal 1 Ayat 4 dijelaskan bahwa yang dimaksud Sengketa adalah permasalahan yang diajukan oleh Nasabah atau Perwakilan Nasabah kepada penyelenggara mediasi perbankan, setelah melalui proses penyelesaian pengaduan oleh Bank sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank Indonesia tentang Penyelesaian Pengaduan Nasabah.

Lalu siapa-siapa sajakah yang dapat menjadi Perwakilan Nasabah? Untuk itu perlu kita melihat Peraturan Bank Indonesia Nomor: 8/5/PBI/2006 Tentang Mediasi Perbankan dalam Pasal 1 Ayat 3 yang menyebutkan bahwa yang dapat dikatakan Perwakilan Nasabah adalah perseorangan, lembaga dan atau badan hukum yang bertindak untuk dan atas nama Nasabah dengan berdasarkan surat kuasa khusus dari Nasabah.

Jadi pada dasarnya setiap nasabah berhak untuk mengajukan keberatan terhadap sengketa perbankan yang dihadapi baik itu permasalahan kartu kredit macet maupun KTA (Kredit Tanpa Agunan) bermasalah.

Jasa Kami Memediasi Anda

Kami disini dari kantor lawyers yang sudah lama berdiri dan di tangani oleh pengacara dan karyawan yang sudah berpengalaman di dalam bidang jasa mediasi ke pihak bank untuk menyelesaikan hutang Kartu Kredit ataupun KTA (Kredit Tanpa Agunan) nasabah kepada pihak bank tersebut.

Sudah banyak client yang kita tangani dan kami selalu dapat keluhan yang berbeda beda dari siap client. Ada yang mengeluh masalah kolektor, desk call, hutang ke pihak bank takut tidak mampu dibayar ataupun administrasi ke pihak kami.

Tapi salah satu tugas kami disini menerima curhatan client dan menghandle masalah masalah yang di keluhkan client, agar client bisa bangkit dari bayang bayang hutang kepada pihak bank dan fokus mengumpulkan dana tuk melunasi hutang client pada bank.

Disini kita punya dua solusi :

  • Yang pertama adalah : Cicilan tetap sesuai kemampuan nasabah/client
  • Yang kedua adalah : Pelunasan dengan discount dari 30% sampai dengan 50%.

BI Checking Aman

Kami yang akan menangani kolektor client hingga hutang client lunas dan jika client sudah siap dana untuk melakuan pelunasan ataupun cicilan kami akan mendatangi ke bank untuk melakukan mediasi pembayaran tersebut.

client tidak usah khawatir tentang namanya yang sudah di blacklist oleh BI karna hutang kepada bank, seandainya hutang client sudah lunas kepada bank dengan sendirinya ada pemutihan nama baik di BI.