Mencegah Terlilit Utang Bank

Sudah kebayang kan, panjangnya urusan jika terjadi gagal bayar terhadap kredit di bank? Sebelum mengalami itu, ada baiknya ikuti pepatah ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’.

Singkat Tentang Pencegahan dari Terlilit Hutang

Sekali lagi, utang adalah utang, bukan duit yang turun dari langit. Makanya, perlu perencanaan yang matang, termasuk memperkirakan masalah yang dapat mengganggu pelunasan.

Siapa juga yang ‘gak mau kejatuhan duit dari langit. Tapi sayangnya, tidak begitu kenyataannya. Duit dari utang tetap harus diganti.

Lalu apa yang sebaiknya dihindari saat pinjaman sudah cair, agar tak terlilit utang bank?

  1. Tunda niat ambil kredit lain – Sebaiknya selesaikan utang jangka pendek itu sebelum mengambil kredit baru.
  2. Lunasi pinjaman terlalu cepat – Ini hanya akan membuat rugi karena bank ‘kurang suka’ karena bakal mengurangi pendapatan bank. Alhasil, bank bakalan memberikan denda yang cukup besar.
  3. Melunasi dengan ambil kredit baru – Langkah ini sama saja dengan jurus gali lubang tutup lubang. Maksudnya melunasi utang dengan mengambil utang baru berarti tak menyudahi masalah utang.

Mediasi Perbankan dihadirkan bukan bertujuan agar nasabah sesuka hati mengemplang hutang. Justru mediasi ini mensyaratkan adanya itikad baik dari nasabah untuk menyelesaikan tunggakan kreditnya ke bank. Bahkan jika nasabah belum puas dengan proses mediasi, bisa pula untuk melakukan banding lagi.